Home / News / Tragedi Mina & Pesan Perdamaian

Tragedi Mina & Pesan Perdamaian

Ternyata belum juga bisa dicegah perang pernyataan dengan tendensi politik dan keberpihakan idiologis di balik Tragedi Mina. Kalau tidak bisa dihentikan bisa menjadi percikan api kebencian, yang dapat memicu pertentangan, permusuhan, dan berujung pada peperangan. Opini-opini penuh hasutan, yang dikemas dalam bahasa intelijen dan ilmiyah, muaranya sama: konflik.

Kalau tidak coutious, informasi yang terserak di dunia bisa missleading. Terlalu banyak orang yang mencari tahu hanya dari online media tanpa sensor atau seleksi. Satu hal yang dapat dipasti info yang bersumber dari situ hanya kulit luar.  Internet media apapun alamatnya tidak bisa dijadikan dasar menilai apalagi mengambil sikap. 
Sikap hati-hati dan tidak emosional ini penting dalam situasi sekarang. Sikap ini bukan sedang membela Iran dan juga Saudi, tapi keinginan bersama untuk saling menjaga harmoni di dunia Islam. Tak cukupkah kita melihat kengerian dan kepiluan negara-negara yang rukun dlm Ka’bah (ruknul yamani, ruknul iraqi, dn ruknussyam) akibat konflik berdarah militer-sipil, sipil-sipil. Lihatlah gelombang pengungsi dan tidak sedikit meninggal dalam pengharapan kedamaian. Itu semua pemicunya karena kebencian kepada suatu kaum, yang dilakukan kedua-duanya. 
Kepada para aktivis media sosial di facebook atau tweetter utamanya para jurnalis sebaiknya tidak menyulutkan api kecil kebencian apalagi hasutan di sini, di tanah air, yang bisa membakar rumah besar Negara Republik Indonesia. Tulislah sesuatu yang bisa menyatukan perasaan kita sebagai sesama umat Nabi Muhammad, yang selalu membawa kesejukan dan pesan damai ke seluruh penjuru alam. 
Guru Agung Syeikh Muhammad Abdul Gaos QS sering memberi teladan untuk saling mengasihi sesama. Bahkan terhadap setan pun tidak boleh membenci. Pangersa Abah memberi contoh untuk slalu mencintai anak-anak kecil untuk masa depan generasi lebih baik.
Salam perdamaian, *AJ*

About admin

Check Also

Bahaya Kebanyakan Tidur

Kalau (sedang) banyak keinginan. Dzikirnya jangan kalah sama bantal (tidur). Kalau (banyak) tidur, jangankan harta …

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *