Home / Artikel / Tentang Manaqib

Tentang Manaqib

Petunjuk Agar Rumah Menjadi Taman Surga

Rumah tinggal siapa saja dan di mana saja yang istiqomah digunakan tempat Amaliyah –Dzikir, Khotaman, Manaqiban dan Sholat-sholat Sunnah– maka (rumah) itu telah ALLOH jadikan Roudhotul-Jannah –Taman Surga. Tidak akan bisa dilepaskan ke-Roudhohan-nya, meliputi setiap sudut rumah, tanah, termasuk WC-nyah. Karena begitu luasnya Taman Surga itu, tidak ada batas-nya.” –Hadrotu …

Read More »

Manaqiban Itu Perintah ALLOH

Hadir di Majlis Manaqiban itu menjalankan perintah ALLOH. Mengapa? Selain Majlis Amaliyah, Manaqib merupakan Majelis Ilmiyah. Dengan demikian, hadir Manaqiban itu kita sedang menimba ilmu. Dan menimba ilmu wajib, karena itu perintah Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam, ‘Mencari ilmu itu wajib bagi seorang muslim’ [tholabul ilmi faridhotun ‘ala kulli …

Read More »

Tanda Murid Hidupnya Menjiwai dan Dijiwai Manaqib

Hakekat Manaqib ialah riwayat penuh teladan dari kisah perjalanan Syeikh yang hidup [as-syaikh al-hayy] saat ini dari semenjak dilahirkan hingga sekarang. Dengan demikian, hakekat membaca Manqobah ialah ‘melihat’, mendengar, dan mengikuti perilaku dan kebiasaan Syeikh zaman-nya [as-syeikh fi hadza-dzaman]. Terhadap Manqobah, syukur kalau sampai mengerti… Kalau pun tidak, percaya saja …

Read More »

Manaqiban adalah Maulid Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam

Memperingati Maulid Kanjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam tidak harus nunggu bulan ‘Mulud’. Kalau yang lain memperingati setiap setahun sekali, Alhamdulillah, sejak dideklarasikan di Mesjid Istiqlal pada 2016, kita bisa memperingati Maulid Nabi setiap bulan, setiap minggu, setiap hari bahkan setiap saat dengan melaksanakan Manaqib. Karena, Manaqiban ini telah ditetapkan …

Read More »

Ciri Seorang Al Mahdi

“Datang ke tempat manaqiban itu merupakan ‘sujud syukur dengan langkah’ karena kita telah Alloh pilih menjadi orang-orang yang telah mendapat petunjuk-Nya [Al Muhtadien, bentuk jamak. Al Mahdi, bentuk tunggal]. Alhamdulillah.” –Hadrotusyeikh Quthbul Aulia Abah Aos Ra Qs– Salam, al-Khoolish [18 Maret 2017, 22:35] 0 0

Read More »