About

KH Budi Rahman Hakim Al Khoolish, MSW., Ph.D., atau dalam keseharian disapa Abah Jagat ini lahir di Purwakarta, pada 21 Oktober 1976/27 Syawal 1396 H. Setamat SD, Abah Jagat nyantri di Pondok Pesantren yang dirintis sejak 1930an oleh kakeknya, KH Usman Aminulloh, seorang perintis perkembangan salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia, PERSIS (Persatuan Islam), dan murid langsung dari ulama besar yang juga tokoh PERSIS, yakni, KH Ahmad Hassan di Bangil, Jawa Timur. Abah Jagat meneruskan di Madrasah Tsanawiyyah Pesantren Persis terbesar di kawasan Priangan Timur ini selama 4 (empat) tahun. Abah Jagat kecil berkesempatan belajar sorogan ilmu alat (ilmu nahwu, i’rob, shorof, balaghah, mantiq) kepada kakeknya. Setelah menamatkan Tsanawiyyah di Pesantren PERSIS Benda, ia kembali ke kota kelahirannya. Di Purwakarta, Abah Jagat meneruskan ke jenjang Mu’allimien (setingkat Aliyah atau SMA) di Pondok Pesantren rintisan ayahandanya yang juga murid kesayangan KH Aminulloh, KH U Yusuf Yudhamargana. Abah Jagat Menyelesaikan studi S1 di Jurusan Komunikasi dan Penyiran Islam, IAIN (Institute Agama Islam Negeri) sekarang Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lulusan tercepat dan terbaik (cumlaude). Setahun kemudian mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Kanada – Indonesia untuk mengambil studi S 1 dan S 2 di McGill University School of Social Work, Montreal, Kanada. Sekembali studi, ia melanjutkan karirnya di dunia kewartawanan lalu diminta oleh almamaternya menjadi Dosen Tetap di Fakultas Dakwan dan Komunikasi. Pada 2012 ia tertarik mendalami thoriqoh, Thoriqoh Qoodiriyah Naqshabandiyyah Ma’had Suryalaya dan pada 21 Oktober 2013 diangkat oleh Hadrotus Syeikh Mursyid Silsilah penerus Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin (ABAH ANOM) sebagai Pembantu Khusus ABAH AOS. Lalu pada 2015, Abah Jagat dipilih Pemerintah Indonesia untuk mengikuti program beasiswa penuh doktoral di luar negeri, dan atas amanat dari Sang Guru Agung Hadrotu Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs [ABAH AOS], ia memilih studi S3-nya di bidang Tashowwuf & Thoriqoh di Tilburg University School of Humanities and Digital Science, Tilburg, Belanda. Abah Jagat mengambilnya dan menjalankan tugas mulia tersebut dengan penuh semangat ketakziman kepada Sang Guru. Setiba di daratan Eropa, pada 27 Novemer 2015, Hadrotus Syeikh Abah Aos mengangkat Abah Jagat sebagai Wakil Talqin TQN Ma’had Suryalaya dan membuka Madrosah di sana. Untuk mengembangkan organisasi dakwah Thoriqoh, ia juga pada 31 Agustus 2019 ditunjuk Guru Agung untuk mengemban amanah sebagai Ketua Penasehat Pusat Madrosah TQN Suryalaya Sirnarasa. Selain di TQN Ma’had Suryalaya, Abah Jagat juga aktif dalam mengembangkan thoriqoh melalui payung organisasi thoriqoh mu’tabaroh sebagai Mudir Idaroh Wustho’ Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdly (JATMAN) Provinsi Banten. Abah Jagat juga concern mengembangkan dan membesarkan thoriqoh melalui pesantren di daerah elite Bumi Serpong Damai (BSD), Banten, Indonesia, yaitu dengan mendirikan Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY, Banten. Di dunia profesional dan bisnis, Abah Jagat pernah menduduki posisi penting di jajaran Pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sebagai Bendahara Umum (selama dua periode) dan kini merupakan Direktur serta salah seorang Pemegang Saham Perusahaan Media Holding RAKYAT MERDEKA Group.