About

BIOGRAFI SINGKAT ABAH JAGAT
Pengasuh Pesantren Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY
BSD – Tangerang Selatan – Banten – INDONESIA
K.H. Budi Rahman Hakim, MSW., Ph.D., atau dalam keseharian disapa Abah Jagat (Al
Khoolish) ini lahir di Purwakarta, 27 Syawal 1396 H.
Setamat sekolah dasar, Abah Jagat nyantri di Pondok Pesantren yang dirintis sejak 1940an oleh
kakeknya, K.H. Usman Aminulloh, seorang pelopor perkembangan salah satu Ormas Islam
terbesar di Indonesia, Persatuan Islam, dan murid langsung dari ulama besar yang juga tokoh
Persis, yakni, Tuan K.H. Ahmad Hassan di Bangil, Jawa Timur.
Abah Jagat meneruskan di Madrasah Tsanawiyyah Pesantren Persis terbesar di kawasan
Priangan Timur ini selama 4 (empat) tahun. Abah Jagat kecil berkesempatan belajar sorogan
ilmu alat (ilmu nahwu, i’rob, shorof, balaghah, mantiq) kepada kakeknya. Setelah menamatkan
Tsanawiyyah di Pesantren Benda, ia kembali ke kota kelahirannya. Di Purwakarta, Abah Jagat
meneruskan ke jenjang Mu’allimien (setingkat SMA) di Pondok Pesantren rintisan ayahandanya
yang juga murid kepercayaan K.H. Aminulloh, K.H. U Yusuf Yudhamargana.
Abah Jagat Menyelesaikan studi S1 di Jurusan Komunikasi dan Penyiran Islam, Universitas
Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai lulusan tercepat dan terbaik (tsuma
cumlaude).
Saat menjadi mahasiswa, ia seorang aktifis kampus. Terlibat aktif di Pers Mahasiswa (jurnal dan
majalah) dan terpilih melalui pemilihan langsung pertama pasca reformasi 1998 sebagai Ketua
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sekaligus Ketua Majelis Permusyawartan Mahasiswa
(MPM) tingkat Universitas. Setelah lulus ia bekerja sebagai wartawan profesional di jaringan
media terbesar JAWA POS Group.
Sambil bekerja, sempat meneruskan studi Pascasarjana di jurusan yang sama dengan beasiswa
penuh dari Tanri Abeng Foundation, namun, setahun kemudian ia terpilih oleh almamaternya
untuk menerima beasiswa penuh (full scholarship) dari Pemerintah Kanada – Indonesia untuk
mengikuti program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) di McGill University School of Social
Work, Montreal, Kanada. Setelah bermukim 2 lebih di sana ia menuntaskan studi dengan nilai
setiap mata kuliah rata-rata A penuh (total nilai IPK 4) dan menulis thesis dalam bahasa Inggris
berjudul: ‘Modernization of Social Work and the State: A Critical Survey of Its Development in
Indonesia’. Semasa kuliah ia aktif jadi Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Kanada.
Sekembali studi di Kanada, ia melanjutkan karirnya di dunia kewartawanan dan bisnis, juga,
diminta oleh almamaternya menjadi Dosen tetap di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN
Syarif Hidayatulloh Jakarta.

 

Pada 2012 ia tertarik mendalami ilmu Tasawuf dan laku kesufian dalam suluk thoriqoh,
Thoriqoh Qoodiriyah Naqshabandiyyah Ma’had Suryalaya dan dua tahun mendalami suluk pada
21 Oktober 2013 diangkat oleh Gurunya, Hadrotus Syeikh Mursyid Silsilah penerus Syeikh
Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin (ABAH ANOM) sebagai Pembantu Khususnya.
Pada 2015, Abah Jagat terpilih Pemerintah Indonesia – Belanda untuk mengikuti program
beasiswa penuh doktoral di luar negeri, dan atas amanat dari Guru Mursyidnya, Syeikh
Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs [ABAH AOS], ia memilih studi S3 di bidang
Islamic Mysticism: Tashawuf & Thoriqoh di Tilburg University School of Humanities and Digital
Science, Tilburg, Belanda di bawah bimbingan Prof dr Herman L. Beck (Guru Besar bidang
Islamic Studies) dan Prof dr. Joe Bloemart (Guru Besar bidang Antropologi). Setiba di daratan
Eropa, pada 27 Novemer 2015, Guru Mursyidnya mengangkat Abah Jagat sebagai Khalifah di
Eropa (Wakil Talqin) dan membuka Madrosah Sufi selama mukim dengan keluarganya 2,1
tahun di sana.
Dari seluruh penerima beasiswa doktoral di Belanda, Abah Jagat adalah yang mahasiswa
pertama menuntaskan studinya dan meraih gelar Ph.D dengan disertasi dalam bahasa Inggris
berjudul ‘ACTUALIZATION OF NEO SUFISM: A Case Study of the The Tariqa Qadiriyya
Naqshabandiyya Pondok Pesantren Suryalaya’. Pada 2015, ia terpilih pemerintah untuk
mengikuti Sandwich Program bidang Islamic Studies di Leiden University, Belanda.
Untuk mengembangkan organisasi dakwah Islam Sufi, ia juga pada 31 Agustus 2019 ditunjuk
Gurunya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Penasehat Pusat Madrosah TQN Suryalaya
Sirnarasa.
Selain itu, ia juga aktif dalam mengembangkan Islam Sufi melalui payung organisasi thoriqoh
mu’tabaroh An Nahdliyyah sebagai Mudir Idaroh Wustho’ Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh
An-Nahdly (JATMAN) kawasan Banten. Abah Jagat juga concern mengembangkan dan
membesarkan ilmu Tasawuf & laku kesufian thoriqoh melalui pesantren yang didirikannya di
kawasan elite Bumi Serpong Damai (BSD) seluas 3 ha, di Tangerang Selatan Banten, Indonesia.
Pesantren yang dirintis lahannya sejak tahun 2009 ini diberi nama oleh Gurunya: Pesantren
Peradaban Dunia JAGAT ‘ARSY.
Di dunia profesional dan bisnis, Abah Jagat merintis karir di dunia wartawan profesional sejak
tahun 2000 hingga sekarang dari mulai jadi wartawan lapangan, redaktur halaman utama,
hingga Direktur Utama perusahaan media. Sempat bergabung di Majalah Panji Masyarakat di
awal-awal karirnya, lalu bergabung di grup Jawa Pos hingga sekarang, di koran politik terbesar
Harian Rakyat Merdeka. Ia menulis kolom secara rutin seminggu tiga kali di halaman satu
koran Rakyat Merdeka hingga sekarang.
Di organisasi profesional, ia pernah menduduki posisi penting di jajaran Pimpinan Pusat
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai Bendahara Umum (selama dua periode)
dan Ikatan Pekerja Sosial Profesional (IPSPI).

 

Pernah menjadi Konsultan PR di bidang komunikasi politik Presiden Soesilo B Yudhoyono pada
pemilu 2009, menjadi Staf Khusus Menteri Negara BUMN (2010-2014) dan kini merupakan
Direktur serta salah seorang Pemegang Saham (share holder) Perusahaan Media Holding
RAKYAT MERDEKA Group – Jawa Pos Group.